Judul : START WITH WHY ‘Cara Pemimpin Besar Menginspirasi Orang untuk Bertindak’
Penulis : Simon Sinek
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : ke-16
Halaman : 358
Cover :

Sumber Gambar : bookmarked.id
Penulis membagi buku menjadi 6 bagian dengan 16 judul didalamnya. Buku ‘Start With Why’ menjadi sangat menarik karena mampu menggerakkan pembaca dengan contoh-contoh yang berada di sekitar.
Buku Rekomendasi Lainnya : Rich Dad, Poor Dad
Lingkarang Emas ‘Why, How dan What‘
Penulis mengungkapkan lingkaran emas yang dimulai dari lapisan terdalam ‘Mengapa’ lapisan kedua ‘Bagaimana’ dan lapisan terluar ‘Apa’.
Buku ini memberikan alasan para pemimpin besar dan perusahaan besar dengan memulai bertanya ‘Mengapa’ alih-alih memulai pertayaan dengan ‘Apa’.
Semisal, perusahan diterjen berebut slogan ‘terbersih’ versi mereka masing-masing. Klaim ini membuat persaingan produk sangat sengit.
Responden dari konsumen ditanya prihal ini, mereka akan mengatakan bahwa ‘Kami butuh deterjen yang dapat memutihkan pakaian’.
Namun, ketika hasil koresponden tersebut terealisasi tidak berdampak signifikan terhadap permintaan produk deterjen dipasaran. Faktanya bahwa, setelah selesai mencuci yang dilakukan ialah mencium aroma pakaian.
Penulis menjelaskan ‘Mengapa’ selalu membedakan satu produk dengan produk lainnya. keputusan yang dibuat dengan ‘Mengapa’ akan melibatkan otak limbik dan hati sebagai mesin utama penghasil keputusan.
Semisal bagaimana Apple menjadikan para pelanggannya sebagai orang istimewa dengan bergabung sebagai bagian komunitasnya. Apple menanamkan ‘Mengapa’ ketimbang fitur, kecanggihan dan lainnya kepada pelanggan.
Pada dasarnya manusia sebagai makhluk biologis akan selalu mencari kelompok sebagai tempat berkoloni dan berkumpul.
Perasaan aman dan nyaman yang diciptakan oleh para perusahaan akan memberikan stimulus kepada para konsumen untuk merasa bahwa pilihan merk mereka tepat.
Jadi konsumen tidak lagi bertanya merk apa yang bagus, melainkan jenis Mac (produk Apple) apa yang lebih baik.
Hati-hati Terjebak Manipulasi
Lingkaran emas akan menghindarkan keputusan-keputan manipulatif yang menjebak. Memasarkan produk dengan rasa takut, promo dan jebakan kebaharuan.
Mengapa ini sebuah jebakan manipulatif? karena sifatnya yang sementara. Apakah Anda pernah mengalami membeli sebuah produk berdasarkan sebuah ketakutan.
Semisal, seorang penjual mengatakan bahwa pilihan kendaraan Anda sangat buruk. Ia menyalahkan Anda karena menurutnya membeli kendaraan bukan dari dealernya merupakan keputusan buruk.
Daripada menjelaskan kelebihan dealernya, Ia lebih memilih menyalahkan Anda dengan persaan takut dan bersalah.
Secara hukum apakah sah? sah saja. Namun, dampak jangka panjang yang dihasilkan adalah sebuah siklus menuju kematian.
Orang-orang akan berhenti belanja ketika merasa tidak nyaman. Perusahaan akhirnya hanya mencetak pembeli bukan pelanggan setia.