Tentang Buku
Judul : RICH DAD, POOR DAD
Penulis : ROBERT T. KIYOSAKI
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Catakan : Ke-71 Februari 2023
Jumlah Halaman : 207
Cover Buku :

Sumber gambar : Gramedia Online
Pendahuluan
Penulis menjelaskan dalam buku Rich Dad, Poor Dad sebagai dua sosok yang memberikan gambaran dua Ayah yang memiliki pandangan sangat berbeda mengenai keuangan.
Rich Dad atau Ayah Kaya ialah seorang yang mengajarkan mengenai cara mengatur uang dengan benar. Sosok ayah kaya merupakan seorang pengusaha yang memiliki beberapa bidang usaha. Ayah kaya dijelaskan sebagai ayah dari Mike. Sahabat sekaligus rekan bisnis penulis saat mereka belajar bersama-sama.
Poor Dad atau Ayah Miskin merupakan sosok ayah kandung penulis. Berprofesi sebagai dosen disalah satu kampus ternama. Beliau telah menamatkan serjananya dibeberapa kampus ternama seperti Universitas Stanford, Universitas Chicago dan Universitas Northwestern.
Kedua Ayah diatas berperan penting dalam pandangan penulis terhadap keuangan. Ayah miskin akan bekerja sebagai dosen dengan giat untuk menghasilkan gaji yang besar. Membayar cicilan kendaraan, kebutuhan harian dan pajak.
Ayah Kaya memiliki pandangan bahwa uang akan berkerja untuk Anda. sehingaa Anda alih-alih bekerja selamanya, melainkan bisa menikmati hasil kerja tanpa harus terlibat didalamnya. Ayah kaya memiliki pandangan bahwa ‘Orang kaya berfokus pada kolom aset, sementara orang lain berfokus pada laporan keuangan’.
Pelajaran 1 : Orang kaya tidak bekerja untuk uang
Penulis memulai dengan menceritakan bahwa ia dan Mike berkerja disalah satu restoran milik ayah kaya untuk mendapatkan upah sangat kecil. Pada saat itu, ia menggerutu dan mempertanyakan bayaran kecil tersebut kepada ayah kaya.
Ayah kaya menjelaskan bahwa inilah yang terjadi pada kebanyakan pekerja pada umumnya. Mereka terjebak atas permainan kehidupan. Bangun dengan rutinitas, bekerja, mendaparkan gaji lalu membayarkan pajak dan kredit.
Mereka melampiaskan kekesalan mereka pada gaji yang kecil. protes terhadap atasan mereka bahkan ke pemerintah. Tanpa mengambil hikmah dan pembelajaran. Jadi mereka mengahabiskan tahun menahun untuk menghasilkan uang yang banyak. Namun, bukan menjadi solusi atas keuangan mereka.
Mereka hidup penuh hasrat untuk menghasilkan uang lebih banyak. Berfikir bahwa semua kehidupan mewah bisa dibeli dengan uang. Alih-alih menjadi solusi, hal ini berdampak pada kenaikan barang yang sangat mahal. Menganggap bahwa dengan jumlah uang yang banyak bisa menghasilkan banyak kebahagian juga. Namun, mereka lupa bahwa mereka bekerja untuk uang, bukan sebaliknya.
Pekerja yang lain menerima upah mereka dengan alakadarnya. Takut protes kepada atasan berpengaruh pada pemecatan. mereka hidup dalam ketakutan akan hal ini. Jadi mereka terus bekerja dengan dua perasaan yakni hasrat tamak dan ketakutan.
Pelajaran 2 : Mengapa Mengajarkan Melek Keuangan
Aturan Pertama : Anda harus mengetahui perbedaan Aset dan Liabiliti
Penulis menerangkan dengan sederhana definisi aset dan liabiliti. Aset yakni memasukan uang kedalam kantong, sedangkan liabiliti mengeluarkan uang dari kantong Anda.

Pada gambar arus kas Anda. Jika penghasilan Anda belanjakan untuk aset maka ia akan menjadi penghasilan pasif. Secara otomatis memperbesar kolom penghasilan. Sebaliknya, jika pengahasilah Anda belanjakan untuk liabiliti maka kolom pengeluaran menjadi besar.

Gambar : Laporan Keuangan Orang Kaya
Orang kaya akan selalu menambah aset mereka daripada memperbesar liabiliti. Permasalahan hari ini adalah liabiliti dianggap aset. Dogma moder ini telah tertanam masif dengan luar biasa.

Gambar : Laporan Keuangan Orang Miskin
Penulis menjelaskan bahwa kebanyakan orang menganggap rumah sebagai aset bukan liabiliti. Alasannya sederhana yakni aset menghasilkan uang ke kantong dan liabiliti mengeluarkan uang dari kantong. Saat membeli sebuah rumah pasti Anda merawat, membayar tagihan listrik, air dan pajak. Semuanya aktifitas mengeluarkan uang dari kantong.
Hal ini diperparah jika Anda seorang karyawan. Mengingat mencicil rumah akan masuk kedalam dalam tagihan pengeluaran. Perlu diingat bahwa menjadi karyawan sebenarnya kita bekerja untuk perusahaan, pemerintah dengan pajak yang dibayarkan dan bank dengan semua tagihan yang diangsur setiap bulannya.
Pelajaran 3: Uruslah Bisnis Anda Sendiri
“Orang kaya berfokus pada kolom aset, sementara orang lain berfokus pada laporan keuangan”
Kesibukan mengurusi laporan keuangan akan melupakan kita untuk memiliki bisnis atau usaha sendiri. Definisi bisnis adalah usaha yang tak memerlukan kehadiran fisik Anda untuk berjalan dan menghasilkan uang. Pada hasilnya kemewahan adalah sebuah ganjaran dari sebuah investasi.