Tentang Buku
Judul : RICH DAD, POOR DAD
Penulis : ROBERT T. KIYOSAKI
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Catakan : Ke-71 Februari 2023
Jumlah Halaman : 207
Cover Buku :

Sumber gambar : Gramedia Online
MENGATASI RINTANGAN
Penulis menjabarkan rintangan-rintangan yang sering dihadapi dalam perjalanan mandiri secara keuangan.
Mengatasi Rasa Takut
“Setiap orang ingin pergi ke surga, tapi tak seorangpun mau meninggal“.
Tidak ada yang benar-benar berani kehilangan uang. Namun, orang miskin tidak kehilangan satu sen pun dalam berinvestasi. Ayah kaya menerangkan bahwa disamping fobia terhadap ular, ia juga fobia terhadap kehilangan uang. mengatasinya dengan menghadapi dan menerima resikonya.
Orang Texas dalam menghadapi kekalahan, mereka menyambutnya. Orang Texas tidak mengubar kegagalan mereka. Mereka menarik inspirasi dari kegagalan itu. Kegagalan memberi inspirasi bagi pemenang. Kekalahan mengalahkan pecundang.
Baca sebelumnya : RICH DAD POOR DAD (Part 2)
Mengatasi Sinisme
Sikap sinisme atau keraguan akan membuat orang semakin miskin. Keraguan untuk keluar dari rutunitas yang menjebak tanpa menyadari jika waktu terus bergulir. Orang sinis tidak akan pernah menang, ia selalu mengkritisi siapaun yang dianggapnya sebagai masalah dikehidupannya. Sedangkan si pemenang selalu melakukan analisi dalam setiap peristiwa.
Ketika mengajak si Sinis untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Selalu kalimat yang keluar dari mulutnya adalah “ apakah ini akan berhasil?”. Alih alih bertanya “Bagaimana caranya agar berhasil”.
Mengatasi Kemalasan
Kebiasaan orang malas adalah selalu terlihat sibuk. Kesibukan ini mengahasilkan waktu yang terbuang tanpa solusi. Terbang sampai usia tua menghampiri. Orang malas akan menutup celah-celah berfikirnya, kemampuan otaknya banyak tak terpakai.
Ketika seorang pemalas dihadiahi sebuah keputusan untuk memulai kehidpuan lebih baik. Ia akan bertanya “ Bagaimana jika ditempat baru tersebut membuat saya gagal?”. Otaknya berhenti untuk menghasilkan opsi-opsi terbaik untuk jalan keluarnya.
Lalu bagaimana mengatasi kemalasan ini? jawabanya adalah ketidak malasan. Ketidakmalasan untuk berfikir dan menambahkan sedikit hasrat. Hasrat belakangan ini tersedengar begitu negatif. Padahal, manusia diberikan hasrat untuk hidup, hanya saja kita diberi tahu cara mengendalikannya.
Pada saat ini, hastrat dipadang sebagai ketamakan. Padahal, hasrat dengan kendali akan membawa kita pada opsi-opsi solusi masalah kehidupan. Bahkan, penemuan-penemuan baru akan muncul.
Mengatasi Kebiasaan Buruk
Orang-orang rela membayar dirinya setelah melunaskan semua tagihan, pajak dan asuransi. Alhasil, ia lebih takut untuk didatangi oleh penagih ketimbang pada dirinya sendiri. Sebaiknya adalah bayar diri Anda terlebih dahulu baru membayar orang lain. Dengan begitu Anda mampu berfikir kritis, memiliki opsi-opsi dan solusi karena Anda telah tercukupi terlebih dahulu.
Bila kebiasaan buruk ini telah berubah. Maka kita akan berfikir untuk mengahasilkan tambahan dari sumber lain, pekerjaan baru, bahkan usaha baru untuk membayar orang lain.
Mengatasi Kesombongan
Saat Anda sombong. disitulah uang Anda hilang. Ketika sombong, maka kita benar-benar meyakini bahwa apa yang tidak Kita ketahui itu tidak penting. Banyak dari Kita menyebunyikan kesombangan denga tindakan bodoh. Saat diceramahi masalah keuangan, Kita menganggapnya sebagai bentuk pelecehan, penghinaan dan menggurui.
Jika sudah terjangkit, maka solusinya adalah mempelajarinya. Anda bisa memanggil orang yang ahli dibidang yang Anda tidak ketahui atau membaca buku dengan topik tersebut.
MEMULAI
Penulis akan memberikan step by step untuk menerapkan kebiasaa-kebiasaan dalam membangun keuangan yang baik.
1. Kekuatan Semangat
Biasakan mulai sesuatu dengan “Tidak Ingin” dan ingin. Semisal, Saya ‘ Tidak Ingin’ bekerja seumur hidup. Maka, Saya ingin berinvestasi agar tetap hidup kaya tanpa bekerja seumur hidup.
2. Kekuatan Pilihan
Sejatinya Kita bisa membuat pilihan, agar tidak terjebak dalam balapan tikus. Memilih kolom aset untuk investasi merupakan pilihan tepat. Aset yang paling penting adalah pikiran. Maka belajar dan mempertajamnya merupakan pilihan tepat.
3. Kekuatan Pertemanan
Kita bisa mengenal siapa saja. Namun, Kita juga bisa memilih dengan siapa kita berteman. Teman sangat berpengaruh membentuk karakter. Bila berteman dengan mereka yang berpola miskin, Kita akan terjebak pada hal instan. Semisal, orang miskin akan datang kepada si kaya untuk meminjam uang dan pekerjaan, bukan berteman dengannya untuk bertanya bagaimana menjadi kaya.
4. Kekuatan Belajar dengan Cepat
5. Bayar Diri Anda Terlebih Dahulu Sebelum Membayar Orang Lain
Alih-alih pendapatan Anda gunakan untuk membayar pajak, tagihan dan lainnya. Membayar diri Anda untuk kepentingan investasi dan fasilitan yang memudahkan dalam berkarya merupakan kebiasaan yang membedakaan si miskin dan si kaya.
Jika Anda terjebak pada kondisi dimana setelah membayar diri Anda, sisa uang tak cukup untuk membayar pajak dan tagihan maka jangan merogoh tabungan Anda. Mulailah mencari solusi agar pendapatan Anda meningkat.
6. Kekuatan Saran yang Baik
Bayarlah profesional jika Anda malas untuk mempelajari sesuatu yang baru. Aset yang mahal adalah pegawai yang pandai.
7. Memeperoleh Sesuatu yang Gratis
Seperti halnya McDonald’s, Mereka menjual waralaba untuk mendapatkan properti gratis.
8. Fokus
9. Kekuatan Pahlawan
Memiliki pahlawan membantu menemukan teladan bagaimana Sang figur meraih kesuksesan.
10. Kekuatan Memberi
Memberi berarti menerima lebih banyak. Jika direnungkan, ketika guru mengajar di kelas-kelas dan seminar, pada hakikatnya Ia sedang menerima pembelajaran yang banyak. Termasuk hal seperti bersedekah, mengajar dan berbagi hal lainnya.
BEBERAPA HAL YANG HARUS DILAKUKAN
Uang hanyalah sebuah gagasan. Mendapatkanya lebih banyak hanya perlu merubah gagasanmu diawal.
Penulis memberikan ‘Daftar apa yang harus dilakukan’.
- Berhentilah melakukan apa yang sering Anda lakukan. Berharap mendapatkan hasil yang berbeda dari proses yang sama disebut gila.
- Carilah gagasan baru
- Temukan orang yang sudah melakukan apa yang ingin Anda lakukan
- Ikuti kursus, membaca dan seminar
- Buatlah banyak opsi
- Menemukan transaksi yang bagus.
- Berfikir besar
- Belajar dari sejarah
- Tindakan akan selalu menang