Tentang Buku
Judul : RICH DAD, POOR DAD
Penulis : ROBERT T. KIYOSAKI
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Catakan : Ke-71 Februari 2023
Jumlah Halaman : 207
Cover Buku :

Sumber gambar : Gramedia Online
Pelajaran 4 : Sejarah Pajak dan Kekuatan Korporasi
Penulis menjelaskan singkat sistem perpajakan di Amerika Serikat yang merujuk pada inti potongan pajak terhadap semua pendapatan. Tak ubahnya seperti disana, Indonesia menganut perpajakan yang sama.
Pada tingkat ini, korporasi dinilai menjadi solusi cerdas agar pajak lebih realistis karena dikeluarkan dari hasil investasi bukan hasil bekerja menahun. Korporasi diibaratkan sebagai perahu yang berlayar guna mencari harta karun yang tersembunyi. Selain itu, korporasi membantu ayah kaya untuk mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar.
Ayah kaya menggunakan aset untuk menambah fasilitas korporasi untuk meningkatkan penghasilan yang akan mengalir dan menambah penghasilan pribadi. Bila terdapat pengeluaran, ayah kaya mengaturnya sebagai pengeluaran korporasi sehingga tidak terjadi pajak ganda.
Baca sebelumnya : RICH DAD POOR DAD (Part 1)

Gambar : Laporan Keuangan Korporasi
“ Setiap uang dikolom aset merupakan pekerja yang baik, bekerja keras untuk menghasilkan lebih banyak pekerja dan membelikan Porsche baru untuk sang atasan “
Hal ini dilakukan karena tarif pajak korporasi jauh lebih murah daripada pajak pribadi. Pengetahuan mengenai korporasi inilah yang tidak bisa diakses oleh kebanyakan pekerja. Alhasil, terdapat jurang pemisah antara si Kaya dan si Miskin.
Pelajarn 5 : Orang Kaya Menciptakan Uang
“Peluang besar tidak dilihat mata Anda, peluang besar dilihat dengan pikiran Anda”
Salah satu aset yang paling kuat yang kita miliki yakni pikiran. Pikiran yang terus dilatih dengan baik akan menghasilkan kekayaan yang luar biasa. mengingat bahwa sejatinya investasi bukanlah masalah membeli melainkan mengetahui.
Pengetahuan sangat dekat dengan pikiran yang terus diasah dan dilatih.
Ayah kaya lebih condong menciptakan uang dengan cara menanam benih investasi melalui reksa dana, saham dan real estate. Jika dibandingkan menabung, uang akan mengalami pemotongan dari bank dan inflasi. Tanpa disadari sebenarnya menabung akan menghilangkan kesempatan pertumbuhan uang.
Guna meningkatkan kecerdasan keuangan perlu diperhatikan empat keterampilan yang perlu dikuasai.
- Akuntansi adalah melek keuangan, mampu membaca angka-angka.
- Investasi adalah ilmu keuangan yang menghasilkan uang
- Pasar adalah pengetahuan tentang persediaan dan penawaran
- Hukum adalah kesadaran akan akuntansi, korporasi, serta aturan yang berlaku.
Pelajaran 6 : Bekerja untuk Belajar, Jangan Belajar untuk Uang
Penulis memulai dengan beberapa anologi cerita yang saya coba ringkas dengan baik tanpa menghilangkan esensi yang disampaikan.
Pada satu kesempatan, penulis akan diwawancarai oleh seorang wartawan muda yang sangat berbakat. beberapa tulisan sang wartawan mampu membuat penulis terkagum. Sang wartawan mencoba untuk meminta masukan terhadapat hasil novelnya.
Sang wartawan mengeluh bahwa tak banya pembaca yang tertarik pada novelnya. Sejurus kemudian sang penulis mengatakan bahwa sang wartawan perlu untuk mempelajari sedikit ilmu penjualan.
Namun, respon Sang wartawan membuat penulis terkaget. Ia langsung mengemasi barang tanpa melakukan wawancara yang telah direncanakan sambil berkata “ Saya memiliki gelar master dalam sastra inggris, mengapa saya harus belajar menjadi seorang penjual..” responnya kesal.
Jelas kebanyakan diatara para pekerja yang telah merasa terspesialisasikan terhadap satu profesi merasa cukup untuk mengarungi kehidupan.
Mengetahui sedikit hal diluar yang kita ketahui akan membatu merangkai kepingan-kepingan puzzle yang tercecer. Tanpa ilmu penjualan yang baik, maka buku Rich Dad, Poor Dad tidak menjadi buku dengan penjulan terlatis.
Sama halnya, ketika setiap orang ditanya siapakah yang bisa membuat burger lebih enak dari McDonald’s. Pasti akan berbondong-bondong mengacungkan tangan dan mengatakan bahwa burger mereka lebih enak. Namun, ketika mereka membuka gerai burger tak pernah sebesar McDonald’s.
Hal ini dikarenakan McDonald’s memiliki sistem bisnis yang besar dan baik. Bukan hanya menciptakan burger yang enak. Namun, mampu menjualnya dengan masif dan hampir memiliki gerai diseluruh dunia.