
Sumber gambar : Wikipedia
Antonnuari.net – Pada kesempatan kali ini, Saya ingin menyampaikan testimoni secara netral selama berinvestasi saham. Instrumen yang menurut Saya memiliki nilai keuntungan yang lebih besar dari instrumen lainnya. Namun, perlu diingat bahwa, setiap instrumen memiliki tingkat resiko masing-masing. Instrumen saham memiliki resiko yang cukup tinggi.
Mengapa Pilih Saham?
Si Paling Cuan
Sesuai dengan judul artikel ini. Saham memiliki beberapa keunggulan salah satunya memiliki cuan/keuntungan paling besar dibandingkan instrumen lain. Semisal Reksadana Obligasi. Reksadana obligasi seperti surat berharga negara (SBN) menghasilkan kupon 5-6 persen (Pertahun 2024). Sedangkan saham, saya mendapatkan 52 persen pertumbuhan nilai saham.
Passive Income
Saham memilik setidaknya 2 sumber penghasilan yakni pertumbuhan nilai saham (Yield) dan Deviden. Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan yang menjadi penghasilan pasif bagi investor. Perusahaan-perusahaan besar yang masuk dalam kategori Blue Chip normalnya akan membagikan keuntungan kepada para investor dalam bentuk Deviden.
Kendali Penuh dan Customize
Kendali terhadap saham-saham yang akan Anda pilih dalam portofolio menyesuaikan kemampuan (customize) dalam menganalisa. Anda memiliki kesempatan penuh untuk menentukan saham dibidang yang Anda pahami. Semisal, teknologi, kesehatan, sektor energi dan perbankan.
Memiliki Saham Perusahan = Memiliki Perusahaan
Berinvestasi pada instrumen saham sama halnya memiliki perusahaan. Anda memiliki andil untuk menentukan sebuah keputusan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jadi bisa disimpulkan bahwa memiliki lembar saham pada perusahaan tertentu menjadikan Anda memiliki perusahaan tersebut secara tidak langsung.
Baca juga artikel keuangan : RICH DAD POOR DAD
Perlu Diperhatikan Saat Berinvestasi Saham
Ada persyaratan agar investasi saham mendapatkan cuan dengan maksimal. Maka berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan.
1.Riset Perusahaan dengan Analisa Fundamental
Perusahaan yang sehat tercermin dari laporan keuangan dan managemen yang sehat. Mulailah belajar untuk membaca laporan keuangan perusahaan yang langsung tersedia pada laman bursa saham indonesia (IDX). Pengetahuan ini, akan menghindarkan Anda membeli saham dari perusahaan yang ‘sakit’ dan membuka peluang pertumbuhan nilai saham yang maksimal.
2.Diversifikasi Portofolio
Diversifikasi adalah strategi menyebar investasi pada berbagai sektor atau jenis saham. Semisal saat terjadi pandemi Covid-19, sektor kesehatan keluar sebagai winner dengan pertumbuhan dan akselari paling tinggi. Sementara sektor Perbankan dan Food and Beverage (F&B) paling terdampak negatif.
3.Perencanaan Jangka Panjang
Investasi saham memerlukan kesabaran. Jangan terpengaruh oleh fluktuasi harga jangka pendek. Sebaliknya, fokuslah pada potensi pertumbuhan jangka panjang, yang bisa memberikan hasil optimal. Oleh karena itu, memiliki perencanaan investasi yang matang adalah kunci sukses.
4.Toleransi Risiko Anda
Setiap investor memiliki toleransi risiko yang berbeda-beda. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki tingkat resiko cukup tinggi. Jadi penting untuk mengukur resiko Anda sebelum memutuskan membeli saham. Salah satu cara yang cukup ampuh untuk mentoleransi resiko ialah menetapkan alokasi dana.
Yuk Mulai Berinvestasi !
1. Buka Rekening di Sekuritas Terpercaya
Langkah pertama adalah membuka rekening investasi di perusahaan sekuritas yang memiliki lisensi resmi dan reputasi baik. Proses ini cukup mudah dan bisa dilakukan secara online.
2. Menetapkan Alokasi Dana
Mulailah dengan anggaran yang sesuai dengan kemampuan Anda. Tidak perlu besar, yang penting konsisten. Investasi kecil yang dilakukan secara teratur seringkali lebih efektif dibandingkan investasi besar yang dilakukan hanya sesekali.
3. Baca Pasar dan Selalu Up To Date
Investasi saham memerlukan pemahaman pasar yang dinamis. Gunakan waktu untuk belajar membaca laporan keuangan, memahami grafik saham, serta mengikuti perkembangan ekonomi dan isu global yang bisa memengaruhi pasar.
4. Konsultasi dengan Manajer Investasi
Bila Anda masih ragu atau butuh pendampingan, bekerja sama dengan manajer investasi bisa menjadi solusi. Manajer investasi profesional dapat membantu mengelola portofolio sesuai dengan tujuan dan profil risiko Anda.
Apabila persyaratan diatas cukup menyita waktu Anda, memilih Manajer Investasi (MI) merupakan hal positif yang bisa Anda lakukan. MI akan memberikan keleluasaan untuk konsultasi dan memilih saham-saham yang menyesuaikan alokasi dan resiko Anda.
Kesimpulan: Mulailah Investasi Sekarang!