Setidaknya, perlu waktu 2-3 tahun untuk memahami diri sendiri. Ya, itupun dengan bantuan faktor eksternal.

Saya mulai mengingat kembali pesan dari salah satu dosen di kampus. Ada mata kuliah ‘Etika Bisnis’ namanya.

“Kita harus jujur pada diri sendiri untuk meningkatkan kapasitas kompetensi diri”

Yusuf Kurniadi

Setelah serangkaian mondar-mandir sebar brosur guna promosi dengan hasil seadanya.

Saya memahami belum mengenal diri sendiri dengan baik.

Meningkatkan Kompetensi

Pertanyan-pertanyan lalu, memberi masukan bahwa masih ada opsi promosi yang lebih maksimal.

Maka, bersama dengan rekanan melakukan ‘Peningkatan Kompetensi’ .

Saya mulai dari membuat daftar kekurangan dari semua yang telah dilakukan.

Menyadari jika promosi ‘Gratis’ via online belum termaksimalkan.

2 Bulan penuh, Saya digodok hingga ‘over cook’ mulai dari mindset hingga penerapan dilapangan.

Saya sering menyebutnya ‘Modal sedikit, dampak selangit’

Perubahan mulai dari pembuatan website denga serius secara pengelolaan. Lanjut, Media Sosial dengan update konsisten.

Hasilnya.. ADA!

Selang beberapa pekan setelah semua ‘Kunci Soal’ dari pertanyaan akhirnya ketemu.

Customer mulai beradatangan. Ya, bukan ke tempat Bimbel. Melainkan, via telpon atau chat.

Tentu ini menambah kemudahan bagi Kami tanpa harus repot menyiapkan tempat.

Sejurus itu pula, akhirnya Kami memiliki jasa layanan baru yakni ‘Guru ke Rumah atau Les Privat.

Bagaimana persaingan pada jasa Les Privat?

Cerita berikutnya mengenai ‘Persaingan yang membuat Anda berada di TOP LEVEL!’