Pada tulisan awal ini, Saya mencoba untuk merangkum latar belakang ‘WHY’ memutuskan untuk membangun usaha.
Berangkat dari kegundahan beberapa tahun yang lalu.
Awal terjun ke dunia usaha
Tahun 2013, Saya dan rekanan memulai membangun usaha secara mandiri. Berbekal ilmu dan pengalama yang limited edition. Hampir dibuat ‘menyerah’.
Saya melihat banyak sekali usaha dengan target konsumen yang sama, ramai sekali. Berbekal kepercayaan terhadap mata.
Saya mendirikan bimbel pertama di sekitar Jakarta Timur.
Pencarian murid/siswa, Kami awali dengan menyasar perkumpulan ibu-ibu PKK di tinggkat RT-RW.
Cetak brosur dan sebar kesana kemari. Setalah semua effort yang dilakukan. Secercah harapan akhirnya datang jua.
2-3 murida datang ke lokasi Bimbel.
Senang bukan kepalang tentunya. Meningat, ada sebuah hasil dari usaha yang telah dilakukan.
Kami mengulangi metode pemasaran jenis ini beberapa kali.
Pada akhir semester, jumlah siswa SMP yakni 5 siswa dan SD 2 Siswa.
Kami senang dengan hasil kesan-kemari tersebut. Namun, tanpa disadari bahwa sebuah usaha harus memiliki perhitungan.
Jelas bahwa, jumlah siswa kurang dari 10 belum bisa mencukupi kebutuhan pokok. Ditinjau dari kebutuhan usaha yang menguntungkan.
Meski bertumbuh, kami menyadari bahwa persentasenya tak mampu sekedar bertahan dari sektor bisnis ini.
Kami berdiskusi mencari solusinya seperti upgrade fasilitas meja kursi, AC menggantikan kipas dan penyedian Wifi gratis.
Pada akhirnya pertumbahan bisnis membawa pada tahap ‘Ya Begitulah’ atau ‘Lumayan’ atau ‘ cukup’.
Selang 2 tahun dengan semua upaya meningkat pertumbuhan usaha. Tibalah disebuah dermaga pertanyaan ‘Apa yang luput dari mata”.
Apakah ada kiat selain sebar brosur?
Saya mengamati betapa kompetitor begitu hebat. Bisnisnya berkembang pesat, ramai pelanggannya.
Fakta-fakta yang coba ditampilkan oleh mata, akhirnya menggangu fikiran untuk memvalidasi semua visual yang disuguhkan.
Hingga sampai pada pertanyaan mendasar seperti : Apakah ada kiat lain selain sebar brosur? hadir diperkumpulan RT?
Pertanyaan dasar ini akhirnya membawa pada solusi-solusi murah secara biaya.
Namun, impeknya luar biasa secara perkembangan usaha.
Pada tulisan berikutnya, Saya akan menjelaskan secara terperinci, jawaban atas pertanyan-pertanyaan dasar diatas.
Sampai jumpa di cerita usaha berikutnya.